Lazada Melakukan Roadshow Ke UKM untuk Memperkenalkan E-Commerce

Posted on

Lazada lewat program #Up Grade UKM Road Show juga akan mengarah 11 kota di Indonesia untuk menolong entrepreneur usaha kecil serta menengah (UKM) supaya melek tehnologi. Sebelas kota yang juga akan didatangi yaitu Bandung, Makassar, Medan, Semarang, Solo, Denpasar, Balikpapan, Pekanbaru, Surabaya, Palembang, serta Jakarta

Co-CEO Lazada yang dilengkapi dengan cek resi jne Indonesia Florian Holm menyebutkan, masalah sekarang ini yang dihadapi entrepreneur UKM di Indonesia yaitu masih tetap susah pasarkan produknya. Terlebih banyak yang belum juga lakukan pemasaran dengan on-line. Kehadiran Lazada ke 11 kota itu yaitu menginginkan mendidik beberapa entrepreneur supaya dapat memperlebar usahanya dari yang awal mulanya masih tetap off line jadi on-line.

Lazada Melakukan Roadshow Ke UKM untuk Memperkenalkan E-Commerce

Dari hasil kunjungan ke beberapa sentra UKM di beberapa di Indonesia, beragam product UKM seperti fesyen serta kerajinan serta furniture sesungguhnya mempunyai nilai jual yang tinggi serta laris di pasar global. ” Begitu disesalkan bila kesempatan begini tidak dimaksimalkan. Oleh karenanya ada program ini diinginkan dapat menolong usaha kecil menengah dapat memakai jaringan pemasaran lewat jaringan elektronik atau e-commerce, ” kata Florian.

Pada tiap-tiap kota yang kelak juga akan dikunjungi juga akan diadakan seminar serta komunitas edukasi tentang industri e-commerce serta ekosistem digital. Juga potensi yang bisa dicapai di masa depan pada wiraswasta, termasuk juga entrepreneur usaha kecil menengah.

Program ini direncanakan akan tidak mengarah ke sebelas kota besar itu saja tapi akan mengarah ke kota kabupaten di beberapa pelosok Tanah Air yang mempunyai potensi untuk diperkembang.

Disamping itu, Wakil Kepala Tubuh Ekonomi Kreatif Indonesia (Bekraf) Ricky Pesik, menyebutkan, di masa serba digital seperti sekarang ini, entrepreneur dituntut lebih kreatif dalam pasarkan produknya supaya dapat tingkatkan daya saing serta meningkatkan usahanya.

BTN genjot kredit perumahan

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk menggenjot penyaluran credit di daerah supaya kemampuan usaha perseroan makin positif. Ini selesai perseroan mencatatkan rekor penutupan saham teratas pada perdagangan Selasa tempo hari (29/8/2017).

Managing Director Strategy, Compliance and Risk Bank BTN R Mahelan Prabantarikso menyebutkan harga saham perseroan selalu melaju searah dengan capaian kemampuan usaha yang positif.

Pada penutupan perdagangan Selasa (29/8), emiten bersandi saham BBTN itu mencatatkan rekor penutupan saham teratas di level Rp 2. 950. Capaian harga saham itu terdaftar tumbuh 49 % dengan year-on-year (yoy) atau 69, 5 % i (ytd).

Untuk meneruskan gerakan positif saham itu, Mahelan mengungkap pihaknya selalu menggenjot usaha Bank BTN di daerah. Terlebih, potensi usaha property di daerah masih tetap tinggi.

“Tahun ini kami optimis credit juga akan tumbuh sekitaran 21 persen-23 %. Untuk menjangkau tujuan itu, kami juga akan mengoptimalkan penyaluran credit di daerah. Satu diantara daerah yang mungkin yaitu Jawa Timur, ” terang Mahelan, Rabu (30/8/2017).

Pada akhir th. lantas, perseroan terdaftar jadi pemimpin pasar KPR di Jawa Timur dengan pangsa sebesar 54 %. Perseroan juga akan tetaplah gencar menyalurkan KPR di Jawa timur, mengingat keinginan tempat tinggal di propinsi itu yang masih tetap tinggi.

Hasil penelitian Bank BTN tunjukkan keinginan tempat tinggal di Jawa timur menjangkau sekitaran lebih dari 230 ribu unit pada 2017. Tetapi, supply tempat tinggal di lokasi ini baru menjangkau sekitaran 7 % dari keinginan atau sama dengan lebih dari 15 ribu unit tempat tinggal.

Pada th. ini, BTN itu membidik bisa menyalurkan KPR untuk lebih dari 18. 000 unit tempat tinggal atau lebih dari supply unit tempat tinggal yang ada. Mulai sejak 2015, perkembangan realisasi KPR Bank BTN di Jawa timur memanglah selalu tunjukkan perkembangan positif.

Di segmen KPR Non-Subsidi, realisasi KPR Non-Subsidi Bank BTN naik di level 18, 38 % dengan tahunan (year-on-year/yoy) per akhir th. kemarin. Realisasi di segmen KPR Subsidi juga melaju lebih tinggi sebesar 69, 22 % yoy per akhir th. kemarin.

Sampai Juni 2017, Bank BTN juga sudah menyalurkan KPR untuk sekitaran 7. 500 unit tempat tinggal di Jawa timur. Untuk KPR Non-Subsidi, Bank BTN menyalurkan credit untuk sekitaran 3. 550 unit tempat tinggal atau sama dengan Rp1, 07 triliun.

Keseluruhannya, BTN mencatatkan kemampuan positif selama semester pertama th. ini. Chief Kredit Officer Bank BTN Nixon Napitupulu menyebutkan pada semester I/2017, Bank BTN sudah menyalurkan credit serta pembiayaan Rp 177, 4 triliun atau naik 18, 81 % dengan tahunan (year-on-year/yoy) dari Rp 149, 31 triliun di periode yang sama th. terlebih dulu.

Di bagian beda, pada kuartal II/2017, Bank BTN juga sudah mengumpulkan Dana Pihak Ke-3 (DPK) sejumlah Rp 159, 12 triliun atau naik 18, 26 % yoy dari tempat Rp 134, 55 triliun.

Nixon menjelaskan kemampuan penyaluran credit serta penghimpunan simpanan itu juga ikut menyumbang penambahan laba bersih BBTN. Per Juni 2017, laba bersih bank yang fokus di bidang perumahan ini melaju sesuai sama tujuan di level 21, 95 % jadi Rp 1, 27 triliun atau naik dari Rp 1, 04 triliun di bln. yang sama th. kemarin.

Catatan perkembangan credit juga mengerek naik tempat aset Bank BTN jadi sejumlah Rp 224, 06 triliun pada Juni 2017 atau tumbuh 18, 23 % dari Rp 189, 51 triliun.

Diluar itu, Nixon kembali menyatakan, mulai sejak pertama kalinya Program Satu Juta Tempat tinggal di luncurkan sampai sekarang ini, Bank BTN juga selalu memiliki komitmen jadi integrator paling utama program nasional itu.

Pada th. ini, BTN membidik juga akan memberi support pembiayaan perumahan untuk 666 ribu unit tempat tinggal dalam rencana menyukseskan Program Satu Juta Tempat tinggal.

Sampai Juni 2017, BTN memberi support pembiayaan perumahan untuk 370. 173 unit tempat tinggal atau sejumlah Rp 39, 01 triliun. Realisasi itu, menjangkau 50 % lebih dari tujuan yang diputuskan BTN.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *