Transportasi Aceh

Posted on

Transportasi Aceh

BACA JUGA : Situs Cek Resi

Salah satu fitur unik Banda Aceh adalah becak bermotor yang banyak ditemukan dimana-mana. Tidak seperti becak tradisional, becak bermotor bisa membawa penumpang kemana saja di kota. Tarif untuk mengendarai becak bermotor relatif murah dan biasanya dinegosiasikan terlebih dahulu. Transportasi oleh taksi dan minibus, yang dikenal sebagai labi-labi, juga umum terjadi.

Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda terletak di Blang Bintang, 13,5 km dari Banda Aceh.

Dua jalan raya utama berjalan dari Banda Aceh ke selatan. Satu berjalan di sisi timur provinsi ini melalui kota-kota utama seperti Bireuen dan Lhokseumawe ke Medan, ibukota besar provinsi Sumatera Utara. Jalan raya lainnya membentang di sisi barat provinsi ini, melalui daerah-daerah berpenduduk lebih rendah, ke kota-kota Calang, Meulaboh, dan Singkil. Terminal bus utama, Terminal Terpadu Batoh, berada di Jalan Pak Teuku Muhammad Hasan.

Banda Aceh memiliki dua pelabuhan laut, Pelabuhan (Pelabuhan) Ulèë Lheuë dan Pelabuhan Malahayati. Pelabuhan Ulèë Lheuë dulunya adalah pelabuhan laut utama di Aceh. Sekarang berfungsi sebagai terminal feri. Terletak di daerah Meuraksa. Pelabuhan Malahayati, pelabuhan laut utama saat ini, terletak di Krueng Raya, 27 km dari Banda Aceh. Sekarang berfungsi sebagai terminal kargo muatan utama.

Sejak Mei 2016, bersamaan dengan program pemerintah untuk pengembangan transportasi di Indonesia yang dilaksanakan tahun lalu, Banda Aceh memiliki sistem BRT sendiri untuk pertama kalinya bernama Trans Koetaradja. Saat ini, Trans Koetaradja menjalankan satu jalur dari Keudah ke Darussalam dengan sepuluh bus dioperasikan di telepon. Jam operasionalnya adalah hari Senin-Sabtu dari pukul 07: 00-18: 00 LT dan pada hari Minggu dari pukul 07: 00-17: 00 LT.

BACA JUGA : situscekresi.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *